Kemeriahan yang dirasakan warga Proyonanggan Selatan nyatanya belum usai, setelah diberondong dengan pagelaran tari Babalu oleh seribu pelajar hingga mencetak rekor MURI. Kini giliran Syawalan Fair, even pasar malam dikolaborasikan dengan ragam layanan publik yang digelar mulai 17 April – 3 Mei 2026, di lapangan Dracik Kampus Kabupaten Batang.
Tak hanya kesenian tradisional, warga Kota Batang siap dimanjakan dengan berbagai persembahan ragam pentas seni mulai dari band indie, tembang lawas hingga kesenian kuda lumping dan ditutup dengan kesenian khas Batang Sintren.
Ketua panitia Slamet Sukirman menyiapkan even tersebut selain untuk memeriahkan Hari Kembalinya Kabupaten Batang ke-60, juga sebagai upaya menghidupkan perekonomian di salah satu kawasan pusat pendidikan.
“Selain menghidupkan perekonomian, ini langkah persiapan kami dalam menggelar even-even pengajian yang dikemas secara merakyat, yang Insyaallah rutin digelar tiap tahunnya,” katanya saat ditemui di lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (17/4/2026) malam.
Dari sisi perekonomian, tentu panitia memiliki target penjualan, dengan hadirnya 48 stan UMKM hingga Rp3 miliar. Menariknya, tak hanya sisi ekonomi yang digenjot, namun pelayanan publik melalui 8 stan Organisasi Perangkat Daerah pun disiapkan untuk membantu melayani keperluan administrasi masyarakat.
“Ada beberapa stan layanan publik, di antaranya Disperpuska, Samsat, BPKPAD, Dispaperta dengan bazar murahnya,” jelasnya.
Lurah Proyonanggan Selatan Fariz Mukti menyambut baik even yang diinisiasi oleh Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan mulai tingkat RT, RW hingga tokoh masyarakat setempat. Ia mendukung penuh even tersebut karena dikolaborasikan dengan berbagai stan layanan publik yang memudahkan warga dalam kepentingan administratif dan lainnya.
“Konsep seperti ini sangat bagus karena menyentuh langsung kepada masyarakat mulai jam 16.00 sampai 20.00 WIB,” terangnya.
Salah satu warga Proyonanggan, Anita bersama putranya Abimanyu merasa senang karena selain terhibur dengan aneka hiburan rakyat, dibuka pula stan Mobil Perpustakaan Keliling yang membantu anak semata wayangnya belajar membaca.
“Wah senang banget ada mobil perpus sama hiburan, kalau bisa sering-sering deh kayak gininya,” ungkapnya.
Senada, Ana dan Vian warga Tragung Kandeman pun merasa terhibur dengan gelaran Syawalan Fair, yang menjadi hiburan menarik bagi warga Batang.
“Apalagi ada UMKM kayak gini, bisa menggerakkan roda perekonomian, buat konsumen juga terbantu karena harganya lebih terjangkau, jadi bisa borong susu sama sayuran,” tuturnya.
Menanggapi antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, Wakil Bupati Batang Suyono usai membuka gelaran tersebut, mengapresiasi karena membantu pergerakan UMKM selama beberapa pekan ke depan.
“Terima kasih kepada Proyonanggan Selatan, karena memberikan hiburan kepada masyarakat, khususnya ikut menghidupkan UMKM, agar lebih maju di tingkat kelurahan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)
